PENGETAHUAN ILAHI (Yohanes 7: 15-18)

image

Ada banyak cara kita memiliki pengetahuan. Belajar adalah salah satu cara yang sering digunakan oleh manusia. Oleh karena melalui proses pembelajaran manusia memperoleh pengetahuan, maka dengan metode dan cara yang sama, manusia mencoba belajar agar memperoleh pengetahuan ilahi.

Sayangnya, pengetahuan ilahi bukanlah pengetahuan umum yang biasanya kita dapat peroleh melalui proses belajar semata. Pengetahuan ilahi BUKAN kita “upayakan” tetapi kita “peroleh” dari Roh Kudus.

Ketika Tuhan Yesus mengajar di Bait Allah, banyak orang menjadi takjub dengan pengetahuan yang dimiliki-Nya, dan orang-orang berkomentar: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian TANPA BELAJAR?” (ay. 15). Dari sini kita dapat mengerti beberapa hal.

Pertama, Tuhan Yesus memiliki pengetahuan melebihi orang Farisi maupun para Ahli Taurat. Itu sebabnya mereka takjub dan heran dengan mengatakan “pengetahuan demikian.” Ini menggambarkan bahwa pengetahuan demikian belum pernah mereka dengar.

Kedua, orang banyak tidak pernah melihat Yesus mengikuti kelas untuk belajar firman Tuhan sebagaimana kebanyakan orang Farisi dan Ahli Taurat. Itu sebabnya mereka mengatakan “tanpa belajar.” Jadi pengetahuan ilahi yang dimiliki oleh Yesus adalah tanpa belajar. Apa benar Yesus tidak belajar? Jawabannya adalah “ya’ dan “tidak.” Ya, Ia belajar dari Bapa-Nya. Tidak, Ia tidak belajar dari manusia.

Dengan demikian pengetahuan ilahi tidak dapat kita “upayakan” tetapi kita “peroleh” dari Roh Kudus. Jadi bukan melalui proses belajar, tetapi melalui proses hubungan dan kehidupan bersama dengan Roh Kudus.

Hal selanjutnya adalah pengetahuan ilahi ini BUKAN berasal dari kemampuan (kecerdasan) kita sendiri, tetapi berasal dari Bapa (ay. 16). Jadi pengetahuan ilahi bukan berasal dari manusia, tetapi dari sorga. Ini bukan dari kehebatan manusia, tetapi berdasarkan kasih karunia-Nya.

Pengetahuan ilahi hanya dapat dikenali oleh orang-orang yang mau melakukan kehendak Bapa (ay. 17). Itulah sebabnya, tidak banyak orang yang dapat mengenali pengetahuan ilahi ini. Banyak jemaat di dalam gereja yang tidak dapat “menikmati” atau “menelan” pemberitaan firman Tuhan yang merupakan pengetahuan ilahi, karena banyak dari mereka yang lebih condong melakukan kehendak mereka sendiri daripada kehendak Tuhan. Jangan heran, tidak sedikit jemaat yang merasa pengetahuan ilahi terlalu berat dan susah dimengerti, karena memang tidak dapat diperoleh melalui proses belajar semata.

Yang terakhir, pengetahuan ilahi pasti tidak akan mencari hormat bagi diri kita, tetapi justru akan memuliakan Bapa (ay. 18). Pengetahuan yang “diupayakan” dengan kekuatan kita sendiri, cenderung akan mencari hormat bagi diri sendiri. Sebaliknya, pengetahuan ilahi yang kita “terima” akan membawa kita kepada kebenaran dan menjadikan kita benar.

Apakah Anda memiliki pengetahuan ilahi atau pengetahuan pembelajaran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: