IBADAH YANG JAHAT (Amos 4: 4-5)

“Yang penting kamu beribadah ke gereja. Terserah mau di mana saja, daripada tidak beribadah sama sekali!” Sepintas kedengarannya tidak ada masalah, dan sepertinya nasihat itu cukup berohani. Namun demikian, tahukah Anda bahwa tidak semua ibadah berkenan di hati Tuhan, dan bahkan ada pula ibadah yang jahat di mata Tuhan.

Tuhan pernah membenci dan tidak senang ibadah raya dan persembahan korban yang dilakukan oleh orang Israel (Amos 5: 21-23). Bukankah Paulus menjelaskan adanya ibadah yang sejati, yang menyiratkan adanya ibadah yang tidak sejati (Rm. 12: 1)?
Tuhan akan membiarkan orang-orang yang memang hatinya tidak berniat untuk beribadah secara benar (Amos 4: 5). Itulah cara Tuhan mengekspose ketidakberesan hati seseorang. Tuhan memperhatikan hati dan batin, bukan ukuran ibadah raya yang kelihatan secara jasmani. Tuhan lebih memperhatikan keadilan dan kebenaran daripada ibadah! (Amos 5: 24).

Kita harus dapat membedakan ibadah yang sejati (Rm. 12: 1) dengan ibadah yang jahat. Ibadah yang sejati adalah ibadah yang menjadikan diri (tubuh) kita sebagai korban persembahan. Jadi diri kitalah yang menjadi korbannya, bukan uang, atau waktu kita! 
Tidak sulit untuk mempersembahkan uang dan waktu kita kepada Tuhan. Namun yang diinginkan-Nya adalah diri kita, karena Dia hanya bisa bergerak, menyatakan kuasa-Nya, dan menyalurkan kehidupan-Nya kepada dan melalui manusia, bukan melalui materi! Inilah yang dialami oleh Barzilai, seorang kaya yang membawa persembahan makanan dan banyak kebutuhan lain kepada Daud dan semua tentaranya (2 Sam. 17: 27-29). Namun demikian ia menolak ketika Daud mengajaknya untuk ikut ke Yerusalem (2 Sam. 19: 31-37). Barzilai hanya mempersembahkan hartanya, tetapi bukan dirinya.

Ibadah yang sejati berarti mempersembahkan diri kita yang hidup, bukan yang mati. Apa maksudnya? Ini berarti kita sebagai korban harus memiliki hidup yang dimiliki oleh Kristus (Yoh. 10: 10). Ini berarti, bukan hanya sekedar memberi diri kita sebagai korban, tetapi kita harus memiliki hubungan yang kuat dengan Kristus.

Ibadah yang jahat adalah ibadah yang dipenuhi dengan motif hati yang jahat, untuk mencari keuntungan pribadi, tidak tulus, tidak murni, penuh kemunafikan, dan penuh dengan tipu muslihat, sekalipun tetap menjalankan ibadah sebagaimana lazimnya. Jangan heran apabila ada ibadah yang dilakukan oleh sejumlah orang Kristen yang sebenarnya adalah jahat di mata Tuhan!

1 Comment (+add yours?)

  1. cynthia
    Nov 09, 2014 @ 22:31:13

    👍

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: