PENGENALAN AKAN TUHAN (Yohanes 8: 25-28)

Ketika orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus tentang siapa diri-Nya, Yesus menjawab dengan tegas: “Apa gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?” (ay. 25). Kita harus belajar dari Yesus bagaimana seharusnya kita menangani pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh jemaat, yang sebenarnya atau seharusnya mereka sudah pahami atau malah sudah dipraktikkan. Kita harus berani tegas terhadap mereka yang “bebal” dan tidak mau berubah dan bertumbuh. Jangan biarkan sesi konseling menjadi berlarut-larut. Kita harus menghentikan sesi konseling yang tidak eefektif karena hati dan pikiran yang tumpul dan bebal!

Seandainya orang Farisi mengenal Tuhan Yesus yang diutus Bapa, dan mengerti apa yang dikatakan-Nya, mereka tentu tidak akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu (ay. 26-27). Kita harus membawa jemaat ke tingkat pengertian dan pengenalan akan Tuhan yang benar, sehingga kita dapat menghindari konseling yang berlarut-larut. Pemimpin jemaat harus mengajarkan jemaat agar bertumbuh dalam pemahaman dan pengertian akan Tuhan!

Salah satu wujud pengenalan akan Tuhan adalah meninggikan Yesus, bukan masalah, prestasi, kesalahan orang lain, pelayanan, atau organisasi (ay. 28). Ketika kita melihat persoalan atau pelayanan lebih besar dari Tuhan, maka kita tidak dapat mengenal Yesus dengan benar!

-Ps.Leonardo A.Sjiamsuri-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: