Jangan Mengucapkan Saksi Dusta

Supaya bibir kita jangan terpeleset, lima hal mesti kita perhatikan baik-baik: kepada siapa kita berbicara, siapa yang kita bicarakan, bagaimana, kapan dan dimana kita berbicara. »W.E. Norris«

Keluaran 20:16 “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.”

Perintah kesembilan, “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu,” bisa menjadi sedikit sulit dilakukan dibanding perintah-Nya yang lain.

Kita tidak boleh berbohong, tapi ada kalanya kita tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena kita tahu itu akan menyakiti seseorang.

Jadi alasan nomor satu berbohong adalah takut menyinggung orang lain, kita enggan mengatakan yang sebenarnya sehingga kita mengatakan yang lain, tanpa sadar kita sudah mengucapkan kebohongan.

Gosip adalah bentuk lain dari berbohong, tentang menjatuhkan pemerintahan, perceraian seseorang, kegagalan karir seseorang, menjatuhkan reputasi seseorang, itu semua menyebabkan mimpi buruk, memunculkan rasa curiga, dan menimbulkan kesedihan, gunjingan terdengar seperti suara desis ular, yang menyakiti hati orang lain.

Terapkan prinsip BERPIKIR sebelum menceritakan sesuatu kepada orang lain:
Apakah itu benar?
Apakah itu bermanfaat?
Apakah itu menginspirasi?
Apakah itu penting?
Apakah itu baik?

BERPIKIR sebelum kita bicara, jika berita yang kita dengar tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, maka jangan katakan itu pada orang lain, jangan menyebarkan hal-hal yang belum jelas kebenarannya karena akan menimbulkan masalah baru diantara kita dan stop bergosip.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: