Kristus Sebagai Rumah Kita

Tinggallah di dalam Aku & Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku 
(Yohanes 15:4).

Dalam bahasa Yunani, kata tinggal itu berkaitan dengan berdiam; senantiasa hadir; langgeng; tidak berubah.

Selain itu, tinggal juga berarti menantikan seseorang. Dengan memadukan berbagai pengertian tersebut, tinggal di dalam Kristus dapat dimaknai sebagai “menjadikan Kristus sebagai rumah kita selama-lamanya”. Rumah ialah tempat hati kita tertuju, tempat kita pulang tatkala rindu.

Di rumah, kita mendapatkan pemulihan & penyegaran. Di rumah, kita merasa nyaman & leluasa menjadi diri sendiri. Di rumah pula, kita bersekutu dengan orang-orang yang kita kasihi & melakukan hal-hal yang kita senangi. Singkatnya, rumah menjadi pusat aktivitas hidup kita. Nah, apakah kita menjadikan Kristus sebagai “rumah” kita?

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: