Analisa Teks Yohanes 10:1-2

Gembala

Yohanes 10:1-2 :

“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa yang masuk ke dalam kandang domba tanpa melalui pintu, tetapi dengan memanjat dari tempat lain, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

 

Kandang domba yang diceritakan dalam bagian ini adalah tempat yang melindungi domba dari pencuri dan cuaca yang buruk. Istilah ini (aulh / aule) dapat merujuk kepada sebuah halaman gedung yang dikelilingi tembok, seperti dalam Yohanes 18:15 dan Wahyu 11:2, atau sebuah kandang yang tidak bersambung dengan rumah atau gedung. Sebuah kandang yang terpisah dari rumah orang pasti dijaga, supaya pencuri atau binatang liar tidak masuk. Kandang domba biasanya merupakan suatu daerah yang dipagari dengan batu-batu, dengan sebuah lobang untuk pintu. Gembala (atau seorang penjaga) akan menjaga kawanan domba, atau beberapa kawanan domba, pada malam hari dengan berbaring melintang di pintu. Sudah menjadi sesuatu yang lazim jika beberapa kawanan domba ditempatkan bersama di kandang yang sama.

Kandang domba dapat diartikan sebagai gereja lokal. Gereja lokal yang akan melindungi setiap jemaat yang digembalakan dari serangan nabi-nabi palsu dengan pengajarannya yang sesat, yang menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas (Matius 7:15). Gereja lokal haruslah menjadi tempat di mana jemaat dapat merasa dilindungi dan diayomi.

Kata pencuri, dalam bahasa Inggrisnya thief, menggunakan kata klepthz (kleptes) didefinisikan sebagai seorang koruptor, pencuri. Kata ini juga diartikan sebagai guru-guru palsu, yang tidak peduli untuk mengajar orang, tetapi menyalahgunakan kepercayaan orang tersebut untuk kepentingan mereka sendiri. Kata perampok, dalam bahasa Inggris robber, menggunakan kata lhsths (lestes), asal katanya dari leizomai (to plunder / menjarah), artinya seorang perampok, penjarah. Kleptes menunjukkan kepada yang mencuri secara diam-diam, sedangkan lestes menunjukkan yang mencuri secara terbuka.

Gembala yang benar masuk melalui pintu, dan penjaga mengenalinya. Pencuri atau perampok tidak pernah dapat masuk melalui pintu, karena itu mereka harus memanjat dinding dan memasuki kandang dengan cara yang licik. Para pemimpin agama Yahudi dikiaskan sebagai pencuri dan perampok, sama seperti para pemimpin Israel pada zaman nabi-nabi (Yehezkiel 34:4).

Ada dua macam gembala dalam Alkitab. Pertama, orang yang menggembalakan ternak. Kedua, orang yang mengasuh dan membina manusia, yaitu gembala yang bersifat ilahi maupun fana. Kata Ibrani dalam bentuk partisipium ialah ro’eh, kata Yunani poimen. Gembala dalam pengertian harafiah mengemban tugas yang banyak tuntutannya, antara lain: mencari rumput dan air di daerah yang kering dan berbatu-batu (Mazmur 23:2), harus melindungi kawanan domba gembalanya terhadap cuaca buruk dan binatang buas (Amsal 3:12), harus mencari dan membawa kembali setiap domba yang sesat (Yehezkiel 34:8; Matius 8:12). Jika tugas-tugasnya mengharuskan dia pergi jauh dari perkemahan gembala, segala kebutuhan utamanya ia bawa dalam satu kantung (1 Samuel 17:40,49), dan kemah menjadi penginapannya (Kidung Agung 1:8).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: