Kemantapan Jiwa

Dalam keadaan sengsara, jangan lupa mempertahankan kemantapan jiwa. »Horatius«

2 Korintus 4:18 “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

Untuk menjauhkan kita dari menjadi terlalu dekat dengan dunia ini, Allah mengizinkan kita untuk merasakan banyak ketidakpuasan dan kekecewaan dalam hidup, janji Allah tampak seperti tidak ditepati, beberapa doa tampak belum terjawab, dan hidup tampak tidak adil.

Bila kita merasa kurang bahagia, hal ini untuk menyadari kita bahwa hidup di bumi ini hanya sementara, dunia bukan rumah terakhir kita.

Momen-momen bahagia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang telah dirancangkan Allah bagi kita, yaitu nilai kekekalan.

Ucapan syukur akan memantapkan jiwa kita untuk mengerti bahwa apapun yang terjadi karena kebaikan Tuhan.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: