Iri Hati (Kejadian 37:11; Matius 20:15)

Kita harus menjaga hati dengan penuh kewaspadaan karena dari situ muncul iri hati yang dapat menajiskan kita (Mrk. 7:21-23). Tuhan melarang kita iri hati, baik terhadap saudara seiman (2 Kor. 12:20), maupun terhadap orang jahat (Ams. 24:1,19).

Iri hati adalah sikap hati yang merasa kurang senang melihat kelebihan atau keberhasilan (keberuntungan) orang lain. Iri hati akan menghancurkan kerohanian kita, dan akan membuat kita menjadi seorang yang bebal (Ayb. 5:2). Apa akibatnya bila kita iri hati? Pertama, kita akan menghancurkan kehidupan orang, sekalipun saudara kandung atau saudara seiman sendiri (Kis. 7:9).

Iri hati dapat menyebabkan kita menyebarkan firnah atau berita bohong dan menghancurkan masa depan orang, seperti yang dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf (Kej. 37:11; 38:18-28, 31-33).

Kedua, akan terjadi kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (Yak. 3:16). Kekacauan rumah tangga, usaha, pekerjaan, dan pelayanan seringkali merupakan akibat dari iri hati, sehingga membuat orang melakukan berbagai tindakan tidak terpuji yang menimbulkan kekacauan. Bukankah banyak persaingan bisnis yang tidak etis dan tidak sehat sebagai akibat dari iri hati?

Ketiga, iri hati dapat menimbulkan penghujatan dan perbantahan atas kebenaran dari Tuhan (Kis. 13:45). Orang-orang yang iri hati akan sulit menerima kebenaran karena memang di dalam diri mereka sendiri tidak ada kebenaran akibat dari iri hati. Itulah sebabnya mengapa tidak sedikit orang Kristen yang  tidak dapat sepenuhnya menerima kebenaran firman Tuhan karena masih ada iri hati.

Keempat, iri hati membuat orang Kristen sulit mengerti rencana atau keputusan dan ketetapan Tuhan. Inilah yang membuat orang Kristen berjalan menurut pengertiannya sendiri. Dalam kisah pekerja yang direkrut untuk bekerja di kebun anggur dengan upah 1 dinar, memperlihatkan bagaimana para pekerja yang bekerja lebih pagi menjadi iri hati dengan mereka yang bekerja lebih sore, karena mendapat upah yang sama sebesar 1 dinar. Akibatnya mereka tidak dapat mengerti tindakan Yesus dan akhirnya bersungut-sungut kepada-Nya (Mat. 20:11-15).
(Ps.Leonardo Sjiamsuri)

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: