Jangan Lelah

Jangan Lelah

JANGAN LELAH!  (1  Korintus 15: 58)

Rasul Paulus  megingatkan jemaat Korintus agar tetap teguh, tidak goyah, dan tetap giat dalam  pekerjaan Tuhan, dengan senantiasa mengingat bahwa semua jerih payah yang telah  dilakukan pasti akan membuahkan hasil (1 Kor. 15: 58).

Tidak sedikit para  pekerja Tuhan, dan bahkan gembala sidang sekalipun, yang tidak kuat dan menyerah  di dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Tidak sedikit dari mereka yang malah menjadi  putus asa, kecewa, dan mengalami kepahitan, sehingga berhenti melayani Tuhan di  tengah jalan.Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Hal tersebut dapat  terjadi oleh karena interaksi dengan berbagai macam jenis dan sifat manusia yang  dapat melelahkan jiwa dan roh para pekerja dan hamba Tuhan itu. Ingat, manusia  adalah makhluk roh yang akan memengaruhi roh orang lain. Contohnya adalah ketika  seorang yang sedang mengalami depresi berkonsultasi dengan seorang konselor,  maka kondisi jiwa dan roh si konseli dapat memengaruhi si konselor. Demikian  pula halnya dengan kondisi-kondisi jiwa dan roh yang lain.

Salah satu strategi  musuh untuk menghentikan langkah setiap pekerja dan hamba Tuhan adalah dengan  cara membiarkan mereka mengalami kelelahan secara jiwa dan roh. Ketika jiwa dan  roh seseorang menjadi lelah, maka ia tidak akan memiliki semangat dan gairah  untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Kelelahan secara fisik lebih mudah ditangani  daripada kelelahan secara jiwa dan roh.

 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan  memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,  karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan”

(Mat. 11: 28-30).

Bagaimana caranya  agar kita dapat terbebas dari kelelahan? Marilah kita perhatikan apa yang Yesus  katakan: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan  memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,  karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan” (Mat. 11: 28-30). Dari  ayat ini kita dapat belajar beberapa hal agar dapat terbebas dari kelelahan  dalam melakukan pekerjaan-Nya.

1.     Datang kepada Tuhan  Yesus. Kita harus datang  kepada-Nya setiap hari sebagai sumber mata air yang menyegarkan dan menguatkan  kita. Kita harus datang kepada-Nya di dalam penyembahan, memuji Dia, dan membaca  dan merenungkan firman-Nya. Banyak pekerja Tuhan, bukannya datang kepada Yesus,  tetapi justru datang kepada acara-acara TV, pergi ke bioskop, melakukan kegiatan  hobi, atau malah berjalan-jalan di mal, dengan maksud untuk refreshing. Semua yang disebutkan itu  tidak akan dapat memulihkan jiwa dan roh kita. Datanglah kepada Yesus!

2.    Memikul kuk Yesus,  bukan kuk manusia. Banyak pekerja Tuhan  yang memikul kuk manusia, yaitu mencoba memenuhi setiap tuntutan dan kebutuhan  jemaat yang beragam dan tiada habis-habisnya serta bersifat sangat menuntut  perhatian dan kadangkala disertai dengan intimidasi. Inilah yang akhirnya memuat  mereka menjadi letih, kesal, dan marah dalam menghadapi tuntutan yang tiada  habisnya dan seringkali berubah-ubah. Kita seharusnya memikul kuk Yesus, karena  kuk-Nya enak dan ringan. Jadi kita harus mencari tahu apa kemauan dan keinginan  Tuhan di dalam hidup kita dan apa yang harus kita lakukan untuk Tuhan sebagai  pekerja-Nya dalam melakukan pekerjaan-Nya, bukannya malah melakukan apa yang  dituntu oleh jemaat. Ingat, fokus kita adalah Tuhan, bukan jemaat. Musa menjadi  lelah karena terlalu banyak mengikuti tuntutan umat  Israel.

3.    Belajarlah kepada  Tuhan Yesus. Pengalaman kita  bukanlah guru terbaik kita; Tuhan Yesus adalah guru terbaik kita! Itulah  sebabnya kita harus senantiasa belajar kepada-Nya. Ia adalah Pribadi yang lembut  dan rendah hati. Ia bukanlah guru yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman, tidak  tenang, kekhawatiran, dan ketakutan di dalam proses belajar. Ia senantiasa  memotivasi, memberikan dorongan semangat, dan membuat kita kuat dalam proses  belajar di dalam kehidupan. Kita belajar kepada Yesus melalui proses kehidupan,  bukan melalui pendidikan formal di sekolah. Dengan demikian kita tidak dapat  mengenal Yesus melalui pengetahuan kita, tetapi melalui pengalaman hidup  berjalan bersama-Nya.

Saya berdoa dan  mendorong Anda untuk mencoba melakukan ketiga hal di atas ini. Saya percaya Anda  tidak akan lagi kelelahan! Maju terus! Layani Dia sampai kesudahannya. (By: Ps. Leonardo A. Sjiamsuri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: