Nama Yesus Vs Nama Gereja

NAMA YESUS ATAU NAMA GEREJA? (Ibrani 3: 3-6)

Seorang arsitek lebih dihormati daripada bangunan yang dirancang dan dibangunnya. Sebuah bangunan adalah hasil karya dari seorang arsitek atau seorang ahli bangunan. Tanpa seorang arsitek atau seorang ahli bangunan, bangunan itu tidak pernah ada. Ahli bangunan dari segala sesuatu adalah Yesus Kristus. Bangunan yang dibangun-Nya adalah jemaat (gereja). Sekarang ini, gereja sudah banyak tersebar di berbagai tempat dan penjuru di tanah air, terutama di kota-kota besar. Sedemikian banyaknya nama gereja dan sedemikian terkenalnya nama gereja sampai-sampai nama Yesus nyaris tak terdengar! Yang sering terdengar adalah kisah sukses gereja, program gereja yang hebat, tim musik dan pujian yang spektakuler, khotbah yang berapi-api, jaringan pelayanan yang menggurita, program kelompok sel yang menghasilkan ledakan jemaat, dan bahkan gedung gereja yang megah dan canggih.

“Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku”

(Yoh.12: 32)

Ke mana nama Yesus? Nama Yesus tenggelam dengan terjadinya “konglomerasi gereja”  (pemusatan dan penggabungan kekuatan dan kekuasaan gereja untuk kepentingan manusia, bukan Tuhan), persis seperti kondisi bangunan yang tenggelam saat banjir besar melanda kota Jakarta . Orang-orang Kristen sekarang dibanjiridengan program, kegiatan, dan kisah sukses gereja. Nama gereja lebih dihormati (terkenal) daripada nama Yesus, Sang Kepala gereja. Bukankah John Lennon, tokoh musisi legendaris, The Beattles, pernah mengatakan bahwa dirinya lebih terkenal dari Yesus dan akhirnya mati ditembak? Haruskah gereja mengalami nasib yang sama seperti John Lennon, “ditembaki atau dibakari”?Seharusnya kita belajar dari Yohanes Pembaptis yang mengatakan: “Ia (Yesus) harus makin besar, tetapi aku (gereja) harus makin kecil” (Yoh. 3: 30).

Ingat, Bapa telah “meninggikan Yesus dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas  bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Flp. 2: 9-11).Pemimpin gereja harus bertobat! Yang harus ditinggikan dan dihormati adalah nama Yesus, bukan  bangunannya! Kita harus kembali memfokuskan perhatian kepada Yesus, bukan gereja dan segala program dan aktivitasnya. Ingat, yang dapat menyembuhkan, memulihkan, dan memberkati adalah Nama Yesus, bukan nama gereja! Ingatlah ayat ini: “Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” (Yoh.12: 32). Mari kita tinggikan nama Yesus, bukan nama gereja! (by: Ps. Leonardo Sjiamsuri)

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: