Pernikahan Menurut Alkitab

Dengan jelas Alkitab mengungkapkan maksud Tuhan untuk pernikahan. Dalam pernikahan dimaksudkan bahwa pria dan wanita akan menemukan kepuasan baik rohani maupun seksual. Hubungan ini menjadi rusak oleh kejatuhan umat manusia dalam dosa. Alkitab memberikan pandangan yang lengkap mengenai hak-hak istimewa dan kewajiban-kewajiban dalam ikatan pernikahan.

A. Ditetapkan Allah
Pertama-tama Allah menciptakan sepasang mahluk manusia, laki-laki dan perempuan. PerintahNya yang pertama kepada mereka ialah, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi” (Kej 1:28). Dengan mempersatukan pasangan ini, Allah menetapkan pernikahan, hubungan yang paling mendasar dari semua hubungan social. Pernikahan memungkinkan umat manusia untuk memenuhi perintah Allah yaitu memerintah dan memenuhi bumi.
Allah menciptakan baik laki-laki maupun perempuan menurut gambarNya, masing-masing dengan peranannya yang khusus dan masing-masing saling melengkapi. Kejadian pasal 2 memberitahu bahwa Allah menciptakan laki-laki lebih dahulu. Kemudian, dengan menggunakan sebuah tulang rusuk dari laki-laki itu, Allah menjadikan seorang “penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kej 2:18).
Allah bermaksud supaya pernikahan menjadi hubungan yang permanen. pernikahan harus merupakan komitmen perjanjian yang unik di antara dua orang yang tidak mengikutsertakan semua orang lain dalam keintimannya. Dengan jelas Tuhan melarang putusnya hubungan pernikahan ini ketika Ia memberi perintah, “Jangan Berzinah” (Kel. 20:14).
Yesus berkata bahwa seorang pria dan istrinya “bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.” (Mat. 19:6)
Paulus menyamakan kasih seorang laki-laki kepada istrinya dengan kasih Kristus kepada jemaatNya (Ef. 5:25). Kasih seorang laki-laki kepada istrinya harus dapat mengatasi setiap perasaan tentang ketidaksempurnaan (Kekurangan) yang mungkin terdapat pada sang istri.
Pernikahan bukan sekedar sebuah kontrak yang ditandai oleh dua orang demi keuntungan mereka berdua. Oleh karena mereka mengucapkan janji pernikahan mereka di hadirat Allah dan dalam namaNya. Allah menjadi pihak yang menyokong pernikahan tersebut.

B. Ditandai oleh Kasih
Yang terpenting ialah bahwa kasih harus menjadi ciri hubungan ini (lih: Kej. 24:67). Kasih, yang didasarkan pada persahabatan sejati dan rasa hormat, memeteraikan dan memelihara ikatan perkawinan (1 Ptr. 3:7). Alkitab mengatakan bahwa suami dan istri adalah orang-orang yang sederajat di hadapan Allah, karena keduanya telah diciptakan menurut gambar Allah.

C. Memuaskan Secara Seksual
Faktor lain dalam hubungan pernikahan adalah hubungan seksual suami istri. Hubungan seksual mewujudkan pernikahan atas dasar komitmen perkawinan yang timbal balik. Alkitab menghargai hubungan seksual, serta menyebutnya perbuatan yang harus dihormati dan tidak boleh dicemarkan (Ibr. 13:4). Suami istri tidak boleh menggunakan seks untuk memenuhi keinginan hawa nafsu, seperti yang dilakukan oang-orang yang tidak mengenal Allah (1 Tes. 4:3-7). Alkitab juga mendorong pria yang telah menikah untuk menikmati hidup dengan istri yang dikasihinya seumur hidupnya (Pkh. 9:9). Ia harus “senantiasa berahi karena cintanya” (Ams. 5:15-19).

* Suatu Kewajiban yang Harus Dilaksanakan
Bila seorang pria Israel telah bertunangan dan hendak menikah, ia tidak boleh membiarkan apapun menahan dia dari melaksanakan maksudnya itu. Ia tidak boleh pergi berperang, jangan sampai ia mati dan pria lain menikah dengan calon mempelainya (Ul. 20:7). Selama tahun pertama perkawinan itu, ia tidak boleh melakukan tugas.tugas yang akan mengganggu kehadirannya di rumah untuk “menyukakan hati istrinya” (Ul. 24:5). Paulus memberi tahu suami istri untuk sama-sama bersedia melakukan hubungan seksual, tanpa saling menjauhi, supaya iblis tidak dapat menggoda mereka untuk berbuat serong karena mereka tidak dapat mengendalikan diri (1 Kor. 7:3-5).

* Persetubuhan Secara Sembarangan dan Perbuatan Seks yang Tak Wajar
Paulus mengatakan bahwa seorang laki-laki yang mengikat dirinya “pada perempuan cabul menjadi saru tubuh dengan dia, … Keduanya (laki-laki dan pelacur itu) akan menjadi satu daging (1 KOr. 6:16). Dalam hal ini kata daging tidak sekedar berarti organ seks atau bahkan seluruh tubuh. kata tersebut mengacu kepada individu itu secara menyeluruh.
Alkitab melarang hubungan seksual di antara kerabat terdekat (Im. 18:6-18; 20:11-12). Alkitab juga mencela hubungan homoseksual sebagai tidak wajar dan keji di pemandangan Allah. (Im. 18:2; 20:13; Ul. 23:18; Rom. 1:26-27; Kor 6:9; Tim 1:10)

* Peranan Seksual yang Pantas
Pada zaman Alkitab, pernikahan dianggap sebagai suatu keadaan di mana orang-orang dengan sendirinya akan memenuhi peranan seksual mereka masing-masing. Sang suami adalah kepala keluarga dan sang istri harus tunduk kepada wibawanya (Mzm. 45:12; 1 Ptr. 3:4-6); wanita dijadikan untuk menjadi penolong pria.
Kepatuhan seorang perempuan Yahudi kepada suaminya tidak mengurangi nilai kemampuannya atau menurunkannya ke tempat yang kedua dalam masyarakat. IStri yang “cakap” dari PL (Ams. 31) mendapat kepercayaan suaminya dan penghormatan dari anak-anaknya dan para tetangganya. Ia diakui sebagai seorang yang bijaksana dan guru yang ramah. Ia sama sekali tidak dianggap sebagai seorang budak, yang menjadi Nasik kaum perempuan dalam berbagai kebudayaan lain di Timur Dekat.

D. Suatu Lambang Rohani
Pernikahan melambangkan hubungan di antara Allah dan umatNya. Israel disebut sebagai istri Tuhan, dan Tuhan sendiri bersabda, “Aku menjadi tuan yang berkuasa (“suami,”- KJV) atas mereka (Yer. 31:32; bdg. Yes. 54:5).
Perjanjian Baru menggambarkan gereja sebagai mempelai perempuan Kristus, yang mempersiapkan dirinya untuk tinggal dalam Kerajaan yang kekal (Ef. 5:23). Gambaran ini menggarisbawahi kebenaran bahwa pernikahan harus menjadi hubungan kasih dan kesetiaan yang abadi.

Pernikahan

(“Bible Almanac”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: