Do Not Harden Your Heart

¤Fresh From The Heaven¤

Mazmur 95:7-11
7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan- Nya dan kawanan domba tuntunan tangan- Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara- Nya! 8 Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, 9 pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan- Ku. 10 Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata- Ku: ” Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan- Ku. ” 11 Sebab itu Aku bersumpah dalam murka- Ku: ” Mereka takkan masuk ke tempat perhentian- Ku. ”

¤¤¤¤¤

Ketika bangsa Israel ke luar dari Mesir di bawah pimpinan Musa untuk menuju tanah yang dijanjikan Tuhan, diperkirakan jumlah mereka sekitar 2juta jiwa. Setelah selama 430th (Kel 12:40) menjadi budak di Mesir, mereka keluar dalam keadaan yang sangat diberkati Tuhan, karena Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu (kel 12:36). Tetapi sangat di sayangkan sebagian besar dari mereka (kecuali Kaleb + Yosua) tidak dapat masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan.

Masa dan Meriba adalah tempat dimana ketika orang Israel bertengkar dengan Musa untuk meminta air. tempat itu dinamakan seperti itu karena orang Israel telah mencobai Tuhan dengan mengatakan: “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?” (Kel 17:7). Padahal dengan mata kepala mereka sendiri mereka telah melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang begitu ajaib terjadi selama perjalanan mereka keluar dari Mesir. Hal inilah yang membuat Tuhan marah atas sebagian besar dari mereka sehingga mereka tidak dapat masuk tanah perjanjian.

Pemazmur mengingatkan kepada kita untuk kita tidak mengeraskan hati kita jika sekiranya hari ini kita mendengar suaraNya. Karena ketika Dia berbicara, sesungguhnya Dia sedang memberitahukan jalan-jalanNya (kehendak dan rencanaNya) untuk hidup kita.

Ketika hati kita keras / memberontak kepada Tuhan akan membuat kita sulit untuk memahami kehendak dan rencanaNya atas hidup kita, untuk mengenal jalan Tuhan. Kita hanya terfokus kepada keadaan (masalah / tekanan problem hidup) yang sedang kita alami, tanpa bisa memahami bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Dan secara tidak kita sadari kita hidup menjadi pribadi yang egois (yang penting adalah “si- AKU”).

Kepekaan untuk mendengarkan suara Tuhan harus dibarengi dengan hati yang lembut, hati yang siap dibentuk oleh Tuhan. Karena dari hati akan terpancar kehidupan (Amsal 4:23).

Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba- domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. (Yohanes 10:4)

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama- Nya. (Mazmur 23:1-3)

¤Let’s we Arise & Stand Firm¤

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: