Jangan Berpikir Rumit

Jangan berpikir terlalu rumit dalam menghadapi masalah apapun karena mudah melukai tidak hanya perasaan orang lain tetapi juga diri sendiri. @Anonim@

Kejadian 50:20 “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekanya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara suatu bangsa yang besar.”

Ketika Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya, maka mereka berpikir terlalu rumit, sehingga didalam kedengkian mereka merencana-kan untuk membunuh Yusuf.

Selama ini mungkin pikiran kita terlalu rumit baik terhadap pasangan, keluarga, sahabat, maupun orang lain.

Bahkan, mungkin pikiran kita selalu negative thingking dan penuh dengan curiga, tanpa sadar pikiran rumit tersebut membuat diri kita terluka.

Jadi kita tidak hanya melukai perasaan orang yang kita curigai saja, melainkan diri sendiri kita juga akan mengalami hal yang sama, bahkan bisa lebih parah.

1-Petrus 2:1 Karena itu buangkah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

Mulai pagi ini mari kita belajar seperti Yusuf, dikala kita dicurigai jangan marah atau tersinggung, melainkan ubahlah pikiran negative kita menjadi positive.

Percayalah, apapun yang kelihatan buruk, Tuhan pasti sanggup untuk mengubahkannya menjadi baik bagi kita.

Jadi, jangan lagi ada pikiran “RUMIT” dalam hidup kita ini, penuhilah hidup ini dengan damai sejahtera dan sukacita yang dari pada Tuhan.

Selamat pagi, selamat beraktifitas di hari yang pertama minggu ini. Tetaplah semangat! Tuhan pasti beserta dengan kita.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Halloween

Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan & juga dari cawan roh-roh jahat… / maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia? (1Kor 10:22-23).

Perayaan Halloween Tgl 31 Okt dipercayai oleh bangsa Gael di Eropa sebagai saat di mana roh-roh orang mati akan bergentayangan & mengganggu semua makhluk hidup dengan menyebarkan penyakit. Bangsa Gael mengenakan topeng & kostum dengan tujuan untuk menyerupai roh jahat sehingga mereka tidak terkena penyakit dari roh jahat. Apabila kita merayakan haloween maka kita sudah mengadopsi perayaan bangsa Gael. Kemudian yang dikuatirkan adalah apabila kita mengenakan kostum makhluk-makhluk gaib, setan dapat merasuki kita melalui media kostum tersebut. Karena dengan mengenakan kostum, tentu saja kita akan bertingkah laku sesuai dengan kostum kita supaya karakter dari kostum tersebut nampak.

Memang kita percaya bahwa Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia, akan tetapi kita juga dituntut untuk bijaksana dengan tidak memerankan tokoh-tokoh setan, terlebih lagi merayakan perayaan untuk setan. Kesimpulan Pertama, sebagai orang Kristen, kita tidak perlu ikut-ikutan merayakan haloween seperti orang-orang dunia karena bukanlah dunia yang mempengaruhi kita, tetapi kitalah yang harus mempengaruhi dunia. Kedua, sebagai orang Kristen, kita harus bijaksana dalam memilih. Perayaan Halloween ini tidak adanya keuntungan bagi pertumbuhan rohani kita, malahan kita mengalami kemerosotan rohani dengan memerankan karakter-karakter setan. Oleh sebab itu lebih baik kita memerankan karakter-karakter Kristus agar dapat jadi berkat bagi sesama & membawa nama harum bagi Tuhan.

TERGESA-GESA (Amsal 19: 2; 1 Timotius 5: 22)

Hidup di zaman modern seperti sekarang ini telah memacu setiap orang untuk hidup serba instant dan cepat. Banyak orang berpacu dengan waktu, sehingga cenderung tergesa-gesa dalam banyak hal, termasuk dalam mengambil keputusan, bahkan dalam keputusan besar dan penting, seperti pernikahan.
“Orang yang tergesa-gesa akan salah langkah” (Ams. 19: 2). Banyak kali kita melakukan kesalahan karena tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, menyimpulkan atau menilai sesuatu, dan membuat perencanaan. Akibatnya banyak kerugian yang .harus dialami. Bukankah ada beberapa orang membeli barang (produk): yang tidak begitu diperlukan mereka karena didesak oleh salesman untuk mengambil keputusan segera?

Orang yang tergesa-gesa tidak memberi kesempatan kepada Tuhan untuk berbicara dan memimpinnya. Ia seringkali mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dulu dengan Tuhan.
Orang yang tergesa-gesa tidak membiarkan berlangsungnya proses berpikir yang sehat dan tepat. Ketergesa-gesaan akan membuat kita tidak berpikir detail dan akurat. Kita akan sembrono dan asal-asalan.

Mengapa banyak orang yang tergesa-gesa? Pertama, kehidupan di zaman modern ini menuntut segala sesuatunya harus cepat. Jadi budaya masyarakat telah memicu dan membangun kebiasaan hidup yang tergesa-gesa.
o
Kedua, ketidaksabaran. Selain faktor eksternal yang memicu ketergesa-gesaan, faktor internal, yaitu ketidaksabaran kita, juga memegang peranan penting. Banyak orang yang tidak sabar dan tidak tekun dalam melakukan sesuatu. Mereka ingin melihat hasil secepatnya.

Ketiga, tidak disiplin. Ketidakdisiplinan dalam mengatur waktu seringkali menimbulkan keterbatasan waktu dalam menyelesaikan tugas, sehingga pada akhirnya, dengan sisa waktu yang pendek itu kita tergesa-gesa menyelesaikan tugas. Ketidakdisiplinan untuk bekerja akurat dan tertib juga akan membuat kita bekerja tanpa perencanaan dan strategi yang rapih dan detail.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,178 other followers